Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Kesusastraan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesusastraan. Tampilkan semua postingan
Kolecer
Written By ekologi [merah] on 9.30.2011 | Jumat, September 30, 2011
Esai Melawan Lupa
Written By ekologi [merah] on 9.08.2010 | Rabu, September 08, 2010
mampus..
Written By ekologi [merah] on 10.19.2009 | Senin, Oktober 19, 2009
mampus kalian!
yang meratapi pahit sejarah dalam tunduk dan bekerjasama dengan manisnya penguasa zalim.
yang meratapi pahit sejarah dalam tunduk dan bekerjasama dengan manisnya penguasa zalim.
Soneta XVII
Written By ekologi [merah] on 9.24.2009 | Kamis, September 24, 2009
Pablo Neruda
aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.
aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar, atau batu topaz,
atau panah anyelir yang menyalakan api.
aku mencintaimu seperti sesuatu dalam kegelapan yang harus dicintai,
secara rahasia, diantara bayangan dan jiwa.
hujan jalanan
Written By ekologi [merah] on 1.17.2009 | Sabtu, Januari 17, 2009
hujan turun semalaman,
paginya jatuh kicau,
dan daun jamur bersemi,
paginya jatuh kicau,
dan daun jamur bersemi,
MEMBELA REALISME SOSIALIS
Written By ekologi [merah] on 10.12.2008 | Minggu, Oktober 12, 2008
Andre Gusti Bara
Hanya ada satu kata: LAWAN!!!
Kini bukan lagi puisi
Itu jadi sampah
Di ribuan nama
PLAGIAT!!!
(Curhat Kepada Widji Thukul, Andre GB)
Aku adalah generasi yang terlahir dari sebuah masa kegelapan sejarah, di mana semua cerita yang diterima adalah apa yang telah dianggap tepat dan lulus sensor sang penguasa. Banyak hal yang samar-samar terdengar, tapi keingintahuan itu terpaksa harus diredam karena ketiadaan sumber-sumber yang dianggap sekiranya bisa menjelaskan apa dan bagaimana hal itu. Generasi yang kemudian hari ini terpaksa mengemban tanggung jawab sosial yang maha berat. Sebuah kondisi di mana masyarakatnya gagap dan latah dengan kebebasan yang baru dikecap, sedang di sisi lain masih hidup dalam bayang-bayang doktrin masa lalu yang mengerdilkan cakrawala pikir dan berimbas pada ruang gerak dan ekpresi tiap-tiap individu tersebut.


